Mungkin sebagian orang sudah kenal dengan sayur "Gule Bulung Gadung" yang menurut saya rasanya sangat "maknyoss!!" di berbagai daerah kususnya mandailing gulai ini sudah tidak asing lagi.Bagi para sahabat yang ingin merasakan gulai ini tapi jauh dari kampuang ini saya berikan cara-cara memasak sayur Daun Ubi Tumbuk. Untuk langkah pertama adalah,... mencintaimu eh menyayangimu eh...salah lagi memilih bahan-bahan, (aloja an ilala marbahasa polisi on) bahan-bahan yang di butuhkan adalah, sayur daun ubi, cabe merah, garam, kunyit, kelapa, cepoka
Minggu, 01 Juli 2012
Selasa, 20 Maret 2012
Kamis, 16 Februari 2012
Sejarah Pakantan
Pakantan adalah sebuah desa yang terletak di bawah lereng Gunung Kulabu. Jaraknya kurang lebih 12 km dari Muara Sipongi. Daerahnya sangat dekat berbatasan dengan Rao ( Sumatera Barat). Menurut Tarombo ( silsilah ) marga Lubis di Pakantan, yang pertama kali diakui sebagai nenek moyang bernama Datu Sang Maima Na Bolon.
Selanjutnya keturunan Datu tersebut bernama Namora Pande Bosi I. Diakui sebagai awal yang menurunkan Lubis Si Langkitang dan Si Baitang. Beberapa generasi kemudian lahirlah Sutan Mogol, keturunan langsung dari Mangaradja Ulu Balang.
Sekitar tahun 1540-an, Raja Mangalaon Tua (Raja Pakantan I), membuka perkampungan di Pakantan. Saat itu yang menjadi kepala kampung di Huta Padang adalah anak Raja Mangalaon Tua yang pertama, Namora Tolang. Raja Gumanti Porang Dibata, anak yang kedua menjadi raja di Pakantan Dolok. Kemudian anak Raja Mangalaon Tua yang ketiga, Raja Sutan Barayun, menjadi raja di Pakantan Lombang.
Beralihnya paham Parbegu (belum beragama), menjadi Islam di Pakantan sangat berhubungan dengan peristiwa Perang Padri di Bonjol (1825-1830). Para perwira kerajaan waktu itu banyak masuk ke wilayah Pakantan dan wilayah Mandailing lain untuk menyebarluaskan agama Islam.
Misi Zending Belanda pernah menugaskan Hendrick Dirks untuk berkiprah di Pakantan. Atas persetujuan kepala kuria Pakantan Lombang, Raja Mangatas, ia mendapat pinjaman tanah tahun 1871. Akhirnya Dirks membuat rumah. Kemudian kampung itu dikenal dengan nama Huta Bargot.
Kopi adalah jenis komoditi utama di Pakantan. Menurut tulisan Prof.A.P.Parlindungan gelar Sutan Makhudum (Waspada, 17 April 1997), Kopi Arabika di Pakantan, disebut juga Kopi Mandili, kadang ditambahkan 'Pakant', artinya dari Pakantan. Adanya ungkapan khas untuk mengajak makan "Mangopi Hita Jolo ", menandakan pengaruh kopi sangat mendalam terhadap sanubari orang di Pakantan.
Kopi Pakantan terkenal di Benua Eropa. Rasanya sangat enak dan harum baunya. Orang Belanda yang penciuman bisnisnya tajam, pernah membangun gudang besar ( Pakhuis ) di Pakantan. Seterusnya kopi Pakantan diangkut dengan Pedati ke Padang. Dari pelabuhan Teluk Bayur dikapalkan menuju Belanda. Selain kopi Pakantan, padi juga merupakan tanaman unggulan di Pakantan. Orang menyebutnya dengan nama ' Eme si Pahantan'. Selain dikenal wangi padi tersebut sangat enak rasanya bila dimakan.
Di Pakantan banyak terdapat bangunan bersejarah yang unik. Adanya Bagas Godang dan Sopo Godang yang berusia ratusan tahun membuktikan orang Pakantan itu mempunyai kehidupan budaya yang berarti. Bagas na Godang di Huta Dolok berfungsi sebagai tempat pelaksanaan upacara relijius dan musyawarah adat. Bila diperlukan 'Gordang Sambilan' ditabuh untuk menambah sakralnya upacara tersebut. Di daerah Pakantan Lombang terdapat sebuah Bagas Godang yang unik. Garis yang tertera pada dinding (menurut tipologi unsur seni rupa), mencitrakan kultus keindahan yang penuh romantika.
Penulis bisa meyakini goresan seperti itu merupakan sebuah pengejawantahan panca indera yang bernuansa halus. Mungkin saja yang membuat bangunan Bagas Godang tersebut orang-orang yang memiliki sensibilitas yang tinggi terhadap seni lukis dan ukir. Selain itu terdapat Bale dari Namora Nasution, Bale Ompu Boru Lubis Silogun dan Bale Ompu Boru Lubis Hadungdung yang berada di Hutatoras. Bale Ompu Sutan Borayun terdapat di Pakantan Lombang. Bale Sutan Mogol, leluhurnya marga Lubis. Bagas Gambar yang didirikan tahun 1821 oleh Soetan Singasoro. Jasalamat di Silogun . Kemudian Bagas Godang dan Sopo Godang Lintang di daerah Pakantan Dolok. Pendirinya adalah Ida Lidya Lintang.
Hari Pekan biasanya jatuh pada hari Selasa. Orang Pakantan menyebutnya dengan istilah 'marpoken'. Selama hari pekan itu penduduk berbelanja lauk pauk untuk persediaan selama satu minggu. Zaman sebelum Indonesia merdeka, hari pekan di Pakantan selalu dipenuhi oleh hilir mudiknya berbagai bangsa yang datang. Rombongan sirkus, Opera Bangsawan Deli, Sulap dari India dan Tiongkok, permainan bola tarik Jepang sampai pertunjukan bioskop bisu, merupakan ragam hiburan yang terdapat di Pakantan.
Selanjutnya keturunan Datu tersebut bernama Namora Pande Bosi I. Diakui sebagai awal yang menurunkan Lubis Si Langkitang dan Si Baitang. Beberapa generasi kemudian lahirlah Sutan Mogol, keturunan langsung dari Mangaradja Ulu Balang.
Sekitar tahun 1540-an, Raja Mangalaon Tua (Raja Pakantan I), membuka perkampungan di Pakantan. Saat itu yang menjadi kepala kampung di Huta Padang adalah anak Raja Mangalaon Tua yang pertama, Namora Tolang. Raja Gumanti Porang Dibata, anak yang kedua menjadi raja di Pakantan Dolok. Kemudian anak Raja Mangalaon Tua yang ketiga, Raja Sutan Barayun, menjadi raja di Pakantan Lombang.
Beralihnya paham Parbegu (belum beragama), menjadi Islam di Pakantan sangat berhubungan dengan peristiwa Perang Padri di Bonjol (1825-1830). Para perwira kerajaan waktu itu banyak masuk ke wilayah Pakantan dan wilayah Mandailing lain untuk menyebarluaskan agama Islam.
Misi Zending Belanda pernah menugaskan Hendrick Dirks untuk berkiprah di Pakantan. Atas persetujuan kepala kuria Pakantan Lombang, Raja Mangatas, ia mendapat pinjaman tanah tahun 1871. Akhirnya Dirks membuat rumah. Kemudian kampung itu dikenal dengan nama Huta Bargot.
Kopi adalah jenis komoditi utama di Pakantan. Menurut tulisan Prof.A.P.Parlindungan gelar Sutan Makhudum (Waspada, 17 April 1997), Kopi Arabika di Pakantan, disebut juga Kopi Mandili, kadang ditambahkan 'Pakant', artinya dari Pakantan. Adanya ungkapan khas untuk mengajak makan "Mangopi Hita Jolo ", menandakan pengaruh kopi sangat mendalam terhadap sanubari orang di Pakantan.
Kopi Pakantan terkenal di Benua Eropa. Rasanya sangat enak dan harum baunya. Orang Belanda yang penciuman bisnisnya tajam, pernah membangun gudang besar ( Pakhuis ) di Pakantan. Seterusnya kopi Pakantan diangkut dengan Pedati ke Padang. Dari pelabuhan Teluk Bayur dikapalkan menuju Belanda. Selain kopi Pakantan, padi juga merupakan tanaman unggulan di Pakantan. Orang menyebutnya dengan nama ' Eme si Pahantan'. Selain dikenal wangi padi tersebut sangat enak rasanya bila dimakan.
Di Pakantan banyak terdapat bangunan bersejarah yang unik. Adanya Bagas Godang dan Sopo Godang yang berusia ratusan tahun membuktikan orang Pakantan itu mempunyai kehidupan budaya yang berarti. Bagas na Godang di Huta Dolok berfungsi sebagai tempat pelaksanaan upacara relijius dan musyawarah adat. Bila diperlukan 'Gordang Sambilan' ditabuh untuk menambah sakralnya upacara tersebut. Di daerah Pakantan Lombang terdapat sebuah Bagas Godang yang unik. Garis yang tertera pada dinding (menurut tipologi unsur seni rupa), mencitrakan kultus keindahan yang penuh romantika.
Penulis bisa meyakini goresan seperti itu merupakan sebuah pengejawantahan panca indera yang bernuansa halus. Mungkin saja yang membuat bangunan Bagas Godang tersebut orang-orang yang memiliki sensibilitas yang tinggi terhadap seni lukis dan ukir. Selain itu terdapat Bale dari Namora Nasution, Bale Ompu Boru Lubis Silogun dan Bale Ompu Boru Lubis Hadungdung yang berada di Hutatoras. Bale Ompu Sutan Borayun terdapat di Pakantan Lombang. Bale Sutan Mogol, leluhurnya marga Lubis. Bagas Gambar yang didirikan tahun 1821 oleh Soetan Singasoro. Jasalamat di Silogun . Kemudian Bagas Godang dan Sopo Godang Lintang di daerah Pakantan Dolok. Pendirinya adalah Ida Lidya Lintang.
Hari Pekan biasanya jatuh pada hari Selasa. Orang Pakantan menyebutnya dengan istilah 'marpoken'. Selama hari pekan itu penduduk berbelanja lauk pauk untuk persediaan selama satu minggu. Zaman sebelum Indonesia merdeka, hari pekan di Pakantan selalu dipenuhi oleh hilir mudiknya berbagai bangsa yang datang. Rombongan sirkus, Opera Bangsawan Deli, Sulap dari India dan Tiongkok, permainan bola tarik Jepang sampai pertunjukan bioskop bisu, merupakan ragam hiburan yang terdapat di Pakantan.
Rabu, 15 Februari 2012
Jumat, 02 Desember 2011
Lampak ni ayu
makan mangan
jalan dalan
duduk juguk
renang lange
lari lojong
berdiri jonjong
suka jiot
aku au
kamu ho, ko
mereka alai
kami hami
kalian homu
tunggu painte
sebentar satongkin
datang ro
jangan ulang
pergi kehe
apa aha
begini songon on
sahabat dongan
menyakitkan ancitna
gak inda
seperti songon
yang na
kenal tanda
dulu najolo
abai padiar
begitu songoni
seolah-olah seakan-akan
lagi mulak
sampai sampe
kapan andigan
terus torus
sedangkan salangkon
tau boto
salah sala
seperti songon
jauh dao
dari sian, ngun
akan nangkan
cari jalaki
malam borngin
pagi manyogot
siang arian
hari ari
tidur modom
lihat ligi
Apa Aha
Asik Tagi
Ayo Keta
Bercanda Marsianyang
Beli Manabusi
Benar Botul
Berapa Sadia
Bermain Marmayam
Besar Godang
Besok Ancogot
Bodoh Oto
Bohong Gabus
Berbohong Margabus (Pembohong =Pargabus)
Cantik Jeges,Deges
Capek Loja
Cari manjalaki
Cepat Paipas
Dekat Donok
Dimana Didia, Dijia
Disini Dison
Enak Tabo
Iya Olo
Jangan Ulang
Jauh Dao
Kaki Pat
Kampung Huta
Kamu Ho,Ko
Kapan Andigan
Kata Hata
Kecil Menek
Kemana Tudia,Tujia
Kenapa Aso,Mawa
Kita Ita,Hita
Lucu Lawak
Makan mangan
Malam Borngin
Marah Mangamuk
Nama Goar
Pacar Gandak
Pergi kehe
Pintar Pistar
Pulang Mulak
Rambut Obuk
Rumah Bagas
Siapa Ise
satu sada
Saya Au
Sekolah Sikola
Seperti songon
Tadi Nangkin
Tahu Binoto
Tidak usah Nangkon
Tidak Inda
Tidur Modom
Tunggu Painte
Uang hepeng
Apa Aha
Asik Tagi
Ayo Keta
Bercanda Marsianyang
Beli Manabusi
Benar Botul
Berapa Sadia
Bermain Marmayam
Besar Godang
Besok Ancogot
Bodoh Oto
Bohong Gabus
Berbohong Margabus (Pembohong =Pargabus)
Cantik Jeges,Deges
Capek Loja
Cari manjalaki
Cepat Paipas
Dekat Donok
Dimana Didia, Dijia
Disini Dison
Enak Tabo
Iya Olo
Jangan Ulang
Jauh Dao
Kaki Pat
Kampung Huta
Kamu Ho,Ko
Kapan Andigan
Kata Hata
Kecil Menek
Kemana Tudia,Tujia
Kenapa Aso,Mawa
Kita Ita,Hita
Lucu Lawak
Makan mangan
Malam Borngin
Marah Mangamuk
Nama Goar
Pacar Gandak
Pergi kehe
Pintar Pistar
Pulang Mulak
Rambut Obuk
Rumah Bagas
Siapa Ise
satu sada
Saya Au
Sekolah Sikola
Seperti songon
Tadi Nangkin
Tahu Binoto
Tidak usah Nangkon
Tidak Inda
Tidur Modom
Tunggu Painte
Uang hepeng
Senin, 28 November 2011
Selasa, 13 September 2011
Langganan:
Postingan (Atom)










